ANALISIS SEMIOTIKA TERHADAP MAKNA UNSUR BUDAYA MINANGKABAU DALAM FILM “TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK”

Authors

  • Elsa Fadililah Oktafiani STKIP PGRI Bandar Lampung
  • Surastina STKIP PGRI Bandar Lampung
  • Hastuti STKIP PGRI Bandar Lampung

Keywords:

Semiotika, Unsur Budaya, Minangkabau

Abstract

Dalam konteks komunikasi massa, film menjadi salah satu media atau saluran penyampaian pesan, film merupakan bidang kajian yang amat relevan bagi analisis struktural atau kebudayaan, karena film dibangun dengan tanda. Penelitian yang penulis ambil yaitu tentang film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis semiotika unsur kebudayaan dan adat istiadat yang dipakai di Minangkabau tentang perbedaan laki-laki dan perempuan yang bersuku dan tidak bersuku. Penelitian ini menggunakan analisis semiotika Ferdinand de Saussure dengan mendeskripsikan tentang penanda (signifer) dan petanda (signified). Metode penelitian yang penulis ambil yaitu penelitian kualitatif deskriptif, sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data berupa kata-kata. Kemudian data-data yang dianalisis itu dideskripsikan dan memperoleh sebuah kesimpulan. Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck menggambarkan nilai-nilai budaya Minangkabau seperti sistem matrilineal, nili-nilai adat, dan identitas budaya. Tanda-tanda budaya Minangkabau seperti rumah gadang, pakaian adat, dan tarian adat digunakan untuk mengomunikasikan makna dan menciptakan efek pada penonton. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck dapat menjadi sarana untuk mempromosikan dan melestarikan budaya Minangkabau. Namun, perlu diingat bahwa representasi budaya dalam film dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti konteks sosial, budaya, dan historis.

References

Alo Liliweri, M. 2013. Dasar-Dasar Komunikasi Antar Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Alit Kumala Dewi, 2010, Semiotika, Bagian I, Volume 1, No. 10, E-Jurnal ISI Denpasar, Denpasar, Indonesia

Agustina, B. (2017). Analisis Semiotika Unsur-unsur Kebudayaan Palembang dalam Film Ada Surga Di Rumahmu. 1–127. http://eprints.radenfatah.ac.id/1426/1/Belia Agustina 13530014.pdf

Anugrah, F. (2014). Analisis Semiotika Terhadap Makna Unsur-Unsur Budaya Yogyakarta Di Balik Peristiwa Perampokan Di Film Java Heat. Repository, 1–102. http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/43317

Inrasari, D. (2015). Representasi Nilai Budaya Minangkabau Dalam Film “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk” (Analisis Semiotika Film). Universitas Islam Negeri Alaudin Makassar, 101. http://repositori.uin-alauddin.ac.id/1236/1/Dewi Inrasari.PDF

Jeric, S. M. (2014). Komunikasi antarbudaya (analisis semiotik dalam film eat, pray, love). In Institutional Repository UIN Syarif Hidayatullah.

Jufrizal, J., Zul Amri, Z. A., & Refnaldi, R. (2007). Hipotesis Sapir-Whorf dan Struktur Informasi. Linguistika, 14(26), 1–22. https://media.neliti.com/media/publications/229766-hipotesis-sapir-whorf-dan-struktur-infor-445a235b.pdf

Puspito, D. I. (2017). Analisis Semiotika Makna Cinta Dalam Komunikasi Antarbudaya Pada Film Assalamualaikum Beijing. Universitas Negeri Islam Syarif Hidayatullah Jakarta.

Puspito, I. D. (2022). Analisis Semiotika Dalam Film Assalamualaikum Beijing. TABAYYUN: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 3(1), 80. https://ejournal-stidkibogor.ac.id/index.php/tabayyun

Syakhrani, A. W., & Kamil, M. L. (2022). Budaya Dan Kebudayaan: Tinjauan Dari Berbagai Pakar, Wujud-Wujud Kebudayaan, 7 Unsur Kebudayaan Yang Bersifat Universal. Journal Form of Culture, 5(1), 1–10.

Sugioyo. (2010). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Surastina. (2018). Pengantar Teori Sastra. Yogyakarta: Elmatera.

https://borobudurwriters.id/kolom/tikuluak-dan-deta-pada-budaya-masyarakat-minangkabau-di-sumatera-barat/

“Surau Lubuk Bauk.” Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, 7 November 2024. Wikipedia, https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Surau_Lubuk_Bauk&oldid=26501562.

“Rumah Gadang.” Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, 15 Juni 2025. Wikipedia, https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rumah_Gadang&oldid=27408961

Tak lakang dek paneh, tak lapuak dek ujan - Wikikutip bahasa Indonesia. https://id.wikiquote.org/wiki/Tak_lakang_dek_paneh,_tak_lapuak_dek_ujan. Diakses 26 Juni 2025.

Pembelajar, Dedy. “Tradisi Pacu Kuda di Minangkabau.” ArmadaBerita.Com, 14 Juni 2022, https://www.armadaberita.com/sejarah/tradisi-pacu-kuda-di-minangkabau/.

“Adat Minangkabau.” Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, 22 Desember 2023. Wikipedia, https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Adat_Minangkabau&oldid=25050570.

“TARI PASAMBAHAN.” Jurnalis Sumbar | Portal Berita, https://www.jurnalissumbar.com/2021/12/tari-pasambahan.html. Diakses 26 Juni 2025.

Devianty, Rina. “BAHASA SEBAGAI CERMIN KEBUDAYAAN.” JURNAL TARBIYAH, vol. 24, no. 2, Desember 2017. jurnaltarbiyah.uinsu.ac.id, https://doi.org/10.30829/tar.v24i2.167

“Tari Pasambahan.” Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, 19 Maret 2024. Wikipedia, https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tari_Pasambahan&oldid=25452791

Downloads

Published

2025-06-25

How to Cite

ANALISIS SEMIOTIKA TERHADAP MAKNA UNSUR BUDAYA MINANGKABAU DALAM FILM “TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK”. (2025). Warahan: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 7(1), 139-154. https://eskripsi.stkippgribl.ac.id/index.php/warahan/article/view/1263